Oct

27

11 Fakta Penyakit Ebola

penyakit ebolaBerita utama harian cetak Minggu pagi adalah tewasnya korban balita usia dua tahun di Mali akibat penyakit ebola.  Saat ini pihak pemerintah Mali sedang berusaha mengidentifikasi penumpang yang bersama-sama korban dan neneknya menumpang sebuah bis umum.

Kekhawatiran manusia atas bencana seperti angin tornado, banjir bandang, gempa bumi maupun tsunami terus ada.  Jika terjadi bencana ini, kerugian dan kerusakan akibat bencana bisa diisolasi sesuai area yang terkena bencana.  Lain halnya jika bencana berupa penyakit seperti halnya penyakit ebola ini, yang dapat menjalar mendunia. Untuk itu sebaiknya Bunda mengetahui tentang penyakit ini dan mengenali penularan virusnya.

11 Fakta Penyakit Ebola :

  • Asal Virus : Penyakit ebola disebabkan oleh virus RNA yang ditularkan oleh hewan-hewan liar seperti monyet, gorila, simpanse dan kelelawar.  Penularan dari hewan-hewan terinfeksi ke manusia adalah melalui darah maupun cairan tubuh lainnya.
  • Penularan Pertama : Penyakit ebola pertama pertama terjadi di negara Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976, di dekat sungai Ebola.  Itulah  cikal bakal nama virus penyakit ini.  Korban juga terjadi di Sudan, Uganda dan negara-negara lain di area tersebut.
  • Cara Penularan : Tidak seperti halnya penyakit influenza, penyakit Ebola tidak ditularkan melalui kontak tubuh, atau berada di dekat penderita flu yang sedang batuk ataupun bersin.  Ebola ditularkan melalui darah maupun cairan tubuh dari manusia yang menderita penyakit ini atau hewan yang terinfeksi.  Virus dapat tahan hidup pada permukaaan yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita.  Penggunaan cairan desinfektan sangatlah penting untuk mencegah penularan.
  • Gejala Penyakit : Seperti halnya penyakit yang disebabkan oleh virus seperti penyakit flu, gejala-gejala yang dialami penderita adalah mirip.  Seperti badan pegal, demam, sakit perut, muntah, sakit kepala, diare dan batuk. Kemiripan gejala-gejala ini menyebabkan kesulitan untk mendiagnosa penyakit ebola pada tahap awal.
  • Masa Inkubasi : Penderita tidak menunjukkan gejala-gejala segera setelah tertular.  Masa inkubasi virus ebola terjadi selama 2 – 21 hari.  Hal ini meningkatkan resiko penderita melakukan perjalanan sebelum gejala penyakit muncul.  Pada umumnya, gejala terlihat antara 8 sampai 9 hari setelah tertular.
  • Peningkatan Keparahan Penyakit : Virus dalam tubuh penderita akan menyebar dan jumlahnya akan berlipat ganda.  Gejala-gejala serius dari penyakit ini akan muncul seperti darah dalam muntah, mata kemerahan, kulit kemerahan, darah pada diare, kesulitan bernapas dan sakit pada dada.
  • Vaksin : Sudah tersedia vaksin untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti vaksin influenza dan vaksin hepatitis.  Vaksin untuk penyakit ebola belum dikembangkan.
  • Perawatan : Penyakit ebola termasuk penyakit yang susah diobati.  Tidak ada prosedur pengobatan yang spesifik untuk penyakit ini.  Perawatan yang dilakukan adalah mirip untuk penyakit yang disebabkan oleh virus-virus lainnya.  Perawatan yang dilakukan adalah memastikan kecukupan cairan tubuh, menjaga tingkat oksigen dan pengobatan infeksi sekunder.
  • Resiko Penularan di Pesawat Terbang : Kemungkinan penderita dalam masa inkubasi berpergian dengan menggunakan pesawat udara menuju daerah lain memang ada.  Ketakutan penularan ke penumpang lain di pesawat tidak perlu ada.  Para ahli menyatakan penularan hanya terjadi via cairan tubuh yang tidak akan terjadi selama perjalanan udara.  Tidak seperti halnya peristiwa di Mali, pada saat di bis balita tersebut telah mengalami pendarahan dari hidung. Dan terbayang ada anak kecil sakit di bis yang melakukan perjalanan jauh sepanjang 1000 km, pastilah banyak penumpang yang peduli.  Isi berita menyatakan sudah ada 43 orang yang diobservasi dan diperkirakan ada 300 orang kontak dengan balita tersebut di bis maupun di rumah sakit.  Pada saat berita diturunkan nenek yang membawa balita tersebut sudah menunjukkan gejala penyakait ebola.
  • Tingkat Kematian : Infeksi ini menyebabkan resiko kematian yang tinggi dimana ada beberapa penderita menunjukkan ketahanan tubuh yang lebih baik daripada penderita yang lain.  Rata-rata tingkat mortalitasnya adalan 60 – 65 %.
  • Pencegahan Penularan : Yang paling aman adalah menghindari penderita.  Tetapi hal ini tidak mungkin untuk dokter dan paramedis.  Mereka memiliki resiko tinggi untuk tertular.  Agar mereka terjamin tidak tertular, mereka harus menggunakan sarung tangan, masker, bahkan setelan baju tertutup dengan penutup kepala berkaca di bagian muka seperti pakaian astronot.

Saat ini dengan bertambahnya tingkat polusi, penurunan kualitas gaya hidup, pola makan yang tidak seimbang, maka makin tinggi tingkat kemungkinan Bunda dan keluarga mengalami penurunan stamina maupun menderita penyakit tertentu.  Seperti halnya penyakit yang disebabkan oleh virus, untuk menghindari tertular penyakit ebola selain dengan pencegahan kontak dengan penderita juga perlu menjaga tingkat stamina tetap prima.  Selamat menjaga kesehatan Bunda dan keluarga ya.

Sumber Artikel : http://dailyentertainment.me

 


Leave a Reply