Apr

27

Anak-anak Asyik Terus Dengan Gadgetnya

220_awas_anakanak_kecanduan_gadget   Hari gini banyak sekali pilihan gadget yang diminati dewasa maupun anak-anak.  Ada smartphone, laptop, tablet dan lain-lain. Begitu seringnya kita melihat 1 keluarga duduk bersama-sama di 1 meja di suatu restoran.  Tidak ada komunikasi di antara mereka, masing-masing khidmat dengan gadget andalannya.

Sebagai Ibu pernah terpikir, apa sih pengaruh banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bergadget ria dengan pertumbuhan anak-anak kita?  Di Amerika, anak-anak usia 8 sampai 18 tahun menggunakan waktu 7 jam sehari untuk berada di depan layar gadget.

Ada hal-hal yang perlu dikuatirkan dan tidak, sehubungan dengan kontak anak-anak kita dengan gadget.

Hal-hal yang perlu dikuatirkan :

1. Semakin banyak waktu asyik dengan gadget, semakin kurang kedekatan anak  dengan orang tua.  Berbeda dengan anak-anak yang lebih banyak mengisi waktu dengan membaca ataupun mengerjakan tugas-tugas sekolah.

2. Anak-anak menjadi lebih mudah gemuk dan berstamina kurang. Mengapa?  Biasanya mereka sambil ngemil, kurang gerak, dan kurang tidur.

3. Anak-anak menjadi lebih mudah rabun jauh.

4. 50 % anak-anak yang kontak dengan gadget minimal 3 – 4 jam sehari,  akan memiliki perilaku yang tidak terpuji seperti merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, minum minuman keras bahkan pergaulan yang melebihi batas akibat melihat tontonan yang lebih bebas dan tidak terkontrol di website-website yang mereka kunjungi

Hal-hal yang baik :

1. Pemain game biasanya memiliki penglihatan lebih tajam, bereaksi lebih cepat, multitasking dan konsentrasinya tidak mudah pecah.  Walaupun hal ini tidak sepenuhnya berhubungan dengan kehidupannya sehari-hari.

2. Dengan berpesan untuk  menyaring siapa aja teman mereka, keterlibatan mereka dengan Facebook dan media sosial lainnya, menjadikan mereka lebih dekat dengan teman-teman sebaya dan menjadi terbiasa untuk berempati secara virtual.  Apalagi untuk anak-anak laki mereka jadi terlatih untuk berekspresi.

3. Gadget adalah sebagai fasilitas mereka untuk mendapatkan informasi ataupun materi yang mereka perlukan dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah ataupun sekedar untuk menambah pengetahuan maupun wawasan selama hal tsb. positif.

Jadi gimana dong, perlu dibatasi waktunya apa tidak? Pastilah iya. Dan hal ini berlaku untuk semua anggota keluarga ya. Jangan sampai nanti Ibu minta tolong anaknya untuk merapihkan kamar lewat SMS ataupun messenger, padahal mereka sama-sama di rumah hanya berada di ruangan yang berbeda.

 

Ada 3 cara jitu untuk sepakat untuk mengatur kontak gadget dengan anak-anak

1. Membatasi jumlah waktu kontak adalah tidak mungkin apalagi anak-anak banyak melakukan aktivitas di luar seperti sekolah sampai sore lalu dilanjutkan les ataupun pergi dengan teman-teman. Yang bisa diatur adalah zona bebas gadget seperti tidak ada gadget selama waktu makan, pembatasan penggunaan gadget saat pergi bersama-sama di dalam kendaraan, gadget dikumpulkan sebelum tidur sehingga mereka langsung tidur dan gadget dikembalikan keesokan harinya.

2. Perhatikan perilaku anak -anak offline dan online. Apakah mereka tetap tertib mengerjakan tugas-tugas sekolah?  Apakah mereka dapat menjalin pertemanan di kehidupan nyata? Perlu disadari, tindakan bullying juga dapat terjadi secara cyber lho. Untuk para remaja yang memiliki hubungan perkawanan secara sehat secara offline, mereka menggunakan media sosial untuk tindak lanjut untuk mendekatkan hubungan perkawanan secara positif.  Sedangkan yang tidak, akan melakukan pertemanan secara virtual saja tetapi menjadi asosial saat offline.

3. Berikan mereka tuntunan untuk berhati-hati.  Di media sosial, mereka harus berhati-hati untuk mengkonfirmasi pertemanan.  Pastikan mereka hanya berteman dengan orang yang mereka kenal.  Sadarkan mereka untuk teman-teman/orang-orang yang tidak kenal, saat ini memang berteman secara virtual, tetapi mereka tetap manusia di balik layar dan bisa berniat baik ataupun buruk

Wuih, pekerjaan paling berat memang jadi orang tua ya.  Tidak ada sekolahnya lagi.  Itulah mengapa kita perlu untuk terus memperkaya wawasan kita agar bisa tetap berjalan beriringan dengan makin pintarnya anak-anak kita.

Sumber :

http://www.goodhousekeeping.com/family/parenting-tips/children-overuse-electronics-technology

http://lifestyle.kontan.co.id/news/menjaga-mata-dari-efek-buruk-layar-gadget

Gambar : www.hajarabis.com


One Response to “Anak-anak Asyik Terus Dengan Gadgetnya”

  1. Kiat Menanamkan Cinta Lingkungan pada Anak | hari-hari-bunda.com Says:

    [...] dari pelestarian lingkungan.  Karena kelak alam ini akan diwariskan bagi generasi mendatang.  Anak-anak adalah peniru yang baik. Jika teladan baik yang kita contohkan kepadanya, maka ia pun akan [...]

Leave a Reply