Feb

16

Empat Tips Pengelolaan Keuangan Keluarga

Rutinitas memiempat-tips-pengelolaan-keuangan-keluargaliki gaji atau pendapatan bulanan, kemudahan kepemilikan kartu kredit dan keleluasaan untuk pembayaran minimal di akhir bulan, serta tersedianya pinjaman tanpa agunan telah membuai masyarakat golongan menengah untuk berlaku konsumtif dan mengabaikan kebutuhan pengelolaan keuangan keluarga yang terencana.  Rasanya keuangan keluarga cukup-cukup saja, ingin membeli hal-hal yang disukai tanpa pertimbangan matang dianggap sah-sah saja.  Hadirnya program sale yang silih berganti pada outlet-outlet di pusat-pusat perbelanjaan tidaklah pernah sepi dari pengunjung yang tidak peduli saat itu adalah awal, tengah ataupun akhir bulan.

Siapkah mereka untuk dana darurat, dana pendidikan dan dana pensiun yang sepertinya masih jauh-jauh hari diperlukan tetapi sebetulnya masa-masa dimana dana-dana itu diperlukan itu tahu-tahu akan tiba di depan mata.

Jadi harus bagaimana?  Yuk simak tips-tips pengelolaan keuangan di bawah ini :

Tips Pengelolaan Keuangan Keluarga

  1. Persiapan Dana Darurat.  Sesuai namanya dana ini disiapkan jika ada keadaaan darurat.  Apa saja keadaan darurat?  Harus beli laptop baru,  perbaikan rumah akibat kerusakan ringan sampai yang lebih berat yaitu pencari nafkah kehilangan sumber penghasilan.  Berapa banyak?  Tergantung jumlah tanggungan, kalau single 3 bulan penghasilan tetapi kalau punya tanggungan lebih dari 2 orang bisa sampai 12 bulan penghasilan.  Jika dana ini belum terbentuk,  maka mulai sisihkan dari pendapatan bulanan.  Dana ini bisa disimpan dalam tabungan, deposito dan logam mulia.  Intinya gampang dicairkan dan kombinasi cara penyimpanan bisa menjaga nilai uang yang tersimpan.  Lalu kalau suatu waktu terpakai akibat keadaan darurat, lalu bagaimana?  Bisa dengan cara menyisihkan lebih banyak per bulannya atau saat menerima insentif ataupun bonus, dilakukan pengembalian sejumlah yang terpakai.
  2. Persiapan Dana Pendidikan. Dari tahun ke tahun, pilihan sekolah dengan berbagai fasilitas dan kelebihannya makin banyak.  Sebagai orang tua yang ingin memberikan yang terbaik, sering ikut arus menyekolahkan anaknya ke sekolah baru yang tampak begitu menjanjikan.  Sebaiknya sebagai orang tua berpikir jauh ke depan,  kemana anak ini akan kuliah.  Dari situ disesuaikan tipe sekolah dasar dan menengah seperti apa untuk persiapan kuliah tersebut.  Juga perlu juga disesuaikan kemampuan finansial dari orang tua.  Cari informasi biaya-biaya sekolah terkait.  Hitung biaya dengan nilai sesuai tahun anak tersebut masuk ke sekolah tersebut dengan pertimbangan adanya inflasi dan kenaikan tarif sekolah sekitar 10 – 20 % per tahun.  Dana bisa dikembangkan melalui investasi logam mulia, reksadana, saham ataupun melakukan bisnis sampingan yang telah memiliki track record baik.
  3. Persiapan Dana Pensiun.  Sudah terbiasa dengan kemudahan hidup seperti mengendarai kendaraan bermotor,  berlibur,  membeli barang-barang konsumtif,  bersantap di restoran pilihan.  Apakah sudah menyiapkan biaya hidup pensiun agar standard kehidupan paling tidak setara saat umur masih produktif.  Hitung nilai biaya hidup saat pensiun sampai di ujung usia harapan hidup.  Siapkan sumber-sumber penghasilan pasif dari investasi properti ataupun melakukan bisnis sampingan yang telah memiliki track record baik.  Investasi reksadana dan saham secara agresif juga bisa dilakukan asal memiliki pengetahuan yang memadai.
  4. Asuransi. Pengeluaran premi asuransi merupakan pengeluaran wajib untuk mengantisipasi resiko meninggalnya pencari nafkah,  resiko musibah pada mobil maupun rumah.  Jika kesehatan tidak ditanggung oleh tempat kerja, asuransi kesehatan juga merupakan keharusan.  Waspada dalam pemilihan asuransi dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum mengambil keputusan.

Pengelolaan keuangan keluarga bukanlah hal yang mudah.  Diperlukan kekompakan pasangan suami istri dalam pengelolaan dan keharusan selalu menambah pengetahuan dan mencari informasi terbaru.


Leave a Reply