Oct

12

Kegiatan Positif Remaja Sepulang Sekolah

581762_five_am_club_3-tawuran remajaPeningkatan jumlah kasus tindak kekerasan di antara remaja di Indonesia dalam tingkat mengkhawatirkan. Lihatlah!  Betapa banyak media yang mengekspos tentang tawuran yang berujung pada kematian.  Yang lebih mencengangkan lagi adalah ketika diketahui bahwa pelakunya merupakan pelajar sebuah SMA yang notabene masih berusia remaja.

Memang diakui banyak pihak,  jika masa remaja merupakan masa pencarian jati diri.  Namun tawuran tidak bisa dipakai sebagai kedok pencarian jati diri, karena tawuran tetaplah tindak kriminal yang pelakunya harus mendapatkan sanksi sesuai perbuatannya. Untuk menanggulangi maraknya tawuran di kalangan siswa pelajar, maka pihak-pihak terkait, misalnya pihak sekolah, orang tua, aparat negara, dan masyarakat harus berperan serta dalam meningkatkan kegiatan positif remaja sepulang sekolah.

Kegiatan Positif Remaja

Beberapa kegiatan positif remaja sepulang sekolah yang bisa diterapkan oleh sekolah di antaranya adalah :

  1. Menambah kegiatan ekstrakulikuler yang menarik minat siswa
  2. Mengadakan kegiatan outbond yang berguna untuk pembinaan karakter siswa
  3. Menerapkan program sekolah berasrama
  4. Meningkatkan pelatihan ketrampilan atau entrepreneurship di sekolah maupun di luar sekolah.
  5. Menghidupkan kebiasaan sholat berjamaah sepulang sekolah untuk meningkatkan kebersamaan.

Dukungan Semua Pihak

Bukan hanya pihak sekolah yang patut dipersalahkan jika terjadi tawuran antar pelajar, karena orang tua, aparat kepolisian, dan masyarakat juga ikut andil dalam masalah ini. Lalu, adakah yang bisa mereka lakukan guna mendukung kegiatan positif remaja sepulang sekolah? Simak beberapa tips berikut ini :

  1. Orang tua tidak hanya wajib mendidik, tetapi juga mengarahkan anak pada kegiatan positif dan mewaspadai semua aktivitas anak, baik di dalam maupun di luar rumah.
  2. Pastikan anak bergaul dalam lingkungan yang positif dan cegah anak berkumpul dengan geng atau kelompok remaja karena semua itu akan mempengaruhi karakter anak.
  3. Aparat kepolisian maupun masyarakat harus selalu waspada dan melakukan tindakan tegas pada gerakan sekelompok remaja atau geng pelajar yang suka nongkrong di suatu tempat di luar maupun pada jam-jam sekolah.
  4. Masyarakat harus memfasilitasi remajanya dalam melakukan kegiatan positif di kampung atau di wilayahnya, misalnya : karang taruna, kompetisi persahabatan (futsal, sepak bola, volley, dan lain-lain) antar kampung/wilayah yang berguna untuk berlatih berkompetisi dengan sehat.  Menang dan kalah adalah suatu yang biasa dan bukan hal yang harus diperpanjang menjadi luapan emosi yang tidak terkendali.

Perilaku menyimpang remaja berupa tawuran adalah pekerjaan rumah bersama.  Diharapkan dengan kegiatan positif yang sesuai dengan kebutuhan remaja dan koordinasi semua pihak, tawuran dapat diminimalisasi.


Leave a Reply

You might also likeclose