Jan

24

Tips Pemilihan dan Perawatan Kemeja

gambar-kemeja-pria-disusun-tergantungAktifitas seseorang menentukan koleksi kemeja yang dimiliki.  Agar sesuai kebutuhan dan masa pakai yang lama, maka harus dicermati bagaimana melakukan pemilihan dan perawatan kemeja.

Kemeja adalah baju atasan pria yang digunakan untuk menutupi  badan bagian atas, yang nyaman untuk  dikenakan untuk acara resmi, ke kantor ataupun acara santai.  Motif,  jenis bahan,  model/potongan kemeja, panjang lengan dan paduan dengan celana dan sepatu menentukan tingkat keresmian acara yang dihadiri oleh pemakai kemeja.

 

Pemilihan Kemeja

  1. Kemeja Formal.  Berlengan panjang dan dikenakan pada acara resmi seperti undangan pernikahan ataupun ke kantor.  Cenderung didominasi dengan warna dasar putih dan biru.  Bisa dipadukan dengan jas dan dasi.  Untuk pria Indonesia,  pemakaian batik dengan bahan yang bagus dan berlengan panjang terkesan pantas untuk menghadiri acara undangan ataupun acara peresmian.
  2. Kemeja Kasual.  Biasanya berlengan pendek atau lengan panjang yang digulung sebagian ke arah siku.  Dikenakan tanpa kancing pada bagian leher.  Tidak cocok dipadukan dengan dasi.  Sejak penggalangan pemakaian batik,  kemeja batik lengan pendek dikenakan pada hari kantor hari Jum’at dan juga merupakan pakaian bebas pada salah satu hari sekolah.

Perawatan Kemeja

  1. Mencuci. Pisahkan cucian berdasarkan warna.  Putih, warna terang dan warna gelap.  Jika ada noda, tangani noda dengan cairan penghilang noda atau beri cairan deterjen anti noda, diamkan dan kucek dengan lembut.  Jika dicuci dengan tangan, cuci dengan lembut dan hindari penggunaan sikat.  Jika dicuci dengan mesin cuci, pilih putaran ringan.  Untuk bagian kerah, oleskan deterjen yang telah dilarutkan dalam air, lalu sikat sangat lembut dengan sikat khusus baju.
  2. Menjemur.  Jemur dengan bagian dalam dibalik menjadi bagian luar dan dalam keadaan tergantung.  Rentangkan lengan panjang ke tiang jemuran sebelah agar nanti bagian ketiak juga sama keringnya.  Jemur di tempat yang teduh.
  3. Menyetrika.  Tergantung bahan kemeja, ada yang harus disetrika bagian dalam dulu lalu bagian luar agar rapih.
  4. Penyimpanan.  Biarkan tergantung selama 5 – 30 menit, baru disimpan dalam keadaan tergantung atau terlipat di lemari.  Jika disusun tergantung, pastikan ruang lemari gantung cukup leluasa dan tanpa ada barang-barang lain yang menyebabkan kemeja mudah kusut karena kontak dengan barang-barang tersebut saat diambil atau disimpan kembali.
  5. Pemakaian.  Gilirlah pemakaian kemeja secara merata, tidak hanya tersimpan di lemari begitu saja
  6. Pengaturan dalam koper.  Jika diatur dengan cermat maka kemeja akan terhindar dari kusut.  Bentuk kerah akan tetap rapih, jika gunakan kaos kaki atau pakaian dalam sebagai bantalan.  Bagian kosong di sela-sela baju, diisi agar baju-baju tidak bergeser.  Handuk digunakan untuk menutupi keseluruhan baju, sebelum koper ditutup

Menjahitkan baju pada penjahit sudah jarang dilakukan kecuali untuk batik resmi dan jas.  Alternatif pilihan motif, jenis bahan,  model/potongan kemeja banyak tersedia di department store favorit.  Perhatikan variasi pemilihan motif ataupun warna.  Jika cenderung memakai kemeja putih dan biru,  pilih motif yang terlihat bedanya.  Tidak ada salahnya untuk mempunyai kemeja warna krem, kuning muda ataupun hijau muda.  Pastikan tersedia kemeja dengan warna yang sesuai untuk koleksi vest, jas ataupun dasi dimiliki.

Peran serta Bunda sebagai istri, amatlah membantu suami untuk memiliki koleksi kemeja yang variatif

Sumber Pustaka :

  1. http://fashionpria.com/info/6-bagian-penting-pada-kemeja
  2. http://www.rinso.co.id/perawatan-pakaian/mengemasi-pakaian/

 

 


Leave a Reply